Contoh-contoh Kegiatan Bermusyawarah

Semangat bermusyawarah untuk mufakat yang telah dilakukan oleh warga sekolah Sudin merupakan pencerminan dari pengamalan sila keempat Pancasila “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”.

Ayo sampaikan contoh-contoh kegiatan bermusyawarah di lingkungan sekitarmu. Tuliskan hasil diskusimu dalam bentuk tabel seperti berikut.

Contoh-contoh kegiatan bermusyawarah

Semangat kekeluargaanBermusyawarahGotong Royong
Mengikuti acara kerja bakti di lingkungan sekitarBermusyawarah dalam menentukan kegiatan lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik IndonesiaMembantu persiapan lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Saling menghormati dan menghargai antar sesamaBermusyawarah dalam menentukan panitia acara warga dan pembagian tugasnyaTurut membantu dalam mempersiapkan tempat acara kegiatan warga
Turut aktif dalam kegiatan di desaBermusyawarah dalam menentukan solusi dalam berbagai masalahTurut bergotong royong dalam kegiatan membangun jembatan penghubung desa
Menjenguk tetangga yang sakitBermusyawarah dalam pemilihan ketua RTIkut bergotong royong dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar

Dalam kehidupanmu di sekolah, musyawarah sangatlah penting. Kalian bisa bermusyawarah dalam berbagai kegiatan. Namun, ada kalanya kalian tidak dapat melakukan musyawarah. Salah satunya ketika kalian mengerjakan tes atau ujian.

Tuliskanlah kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan sendiri. Tulislah hasilnya dalam bentuk tabel seperti berikut

Kegiatan yang Dilakukan dengan BermusyawarahKegiatan yang Tidak Dapat Dilakukan dengan Bermusyawarah
Membuat kelompok kerja siswaMengerjakan tugas individu
Menentukan ketua kelasMengerjakan ulangan
Merencanakan acara lomba Hari Kemerdekaan Republik IndonesiaMengertjakan tugas piket yang sudah ditentukan

Ayo Membaca

Simak contoh berikut

Pemimpin Idola, Pemimpin yang Jujur

pemimpin jujur

Ida, teman sebangku aku. Mungil, berkulit hitam manis, tidak banyakbicara, dan pandai. Ia seorang anak yang sederhana. Ayahnya sudah lama meninggal. Ia hidup bersama ibu dan adiknya.

Baja Juga :  Bacaan Bentuk Kepedulian Remaja Terhadap Lingkungan

Ida anak yang sangat pandai. Nilai-nilainya yang selalu bagus, memberinya kesempatan meneruskan sekolah tanpa biaya. Semua buku pelajaran dan perlengkapan ditanggung oleh sekolah. Ida tak pernah malu dengan kondisi keluarganya. Bahkan ia semakin rajin belajar dan terus berprestasi.

Ida juga selalu menjadi tempat bertanya jika teman-temannya mengalami kesulitan dalam pelajaran. Teman-teman memilih Ida sebagai ketua kelas. Pandai, tenang, dapat berkomunikasi dengan baik, serta mampu menjaga ketertiban kelas menjadi modal utamanya.

Hari ini, Ibu Tati mengingatkan tentang ulangan matematika. Sebagian siswa tidak siap. Termasuk Gugut, si jagoan bola, yang duduk di belakang kami. “Waduh, saya belum belajar, Bu! Kemarin, saya seharian bermain bola sampai sore. Pulang ke rumah langsung tidur, Bu!” protesnya.

Ulangan tetap berlangsung. Gugut resah. Ia menengok ke kiri dan ke kanan. Tiba-tiba, ditendangnya kursi Ida dari belakang. “Ssstt..Ida! Bantu aku dong! Geser sedikit ke kiri, agar aku bisa melihat jawaban di kertas ulanganmu!” pinta Gugut.

Ida tak bergeming. Ia hanya menggelengkan kepala pelan, tanpa menengok ke belakang. Gugut mengganggunya lagi.

“Ayo dong, Ida. Sekali ini saja. Nanti aku beri kamu uang sepuluh ribu rupiah. Kamu bisa jajan kue di kantin” rayunya. Gugut tahu benar Ida tidak pernah jajan di kantin. Ibunya tidak memberinya bekal uang jajan. Ida selalu membawa sebungkus nasi dan lauk dari rumah.

Namun, di luar dugaan Gugut, Ida tidak terusik. Sekali lagi, ia menggeleng pelan. Sampai waktu berakhir, Gugut terpaksa menyerahkan kertas ulangannya dengan lunglai.

Pada waktu istirahat Ida menghampiri Gugut.

“Maaf ya, Gugut. Aku bukan tidak ingin membantumu. Menyontek dan memberi contekan kepada teman, adalah perbuatan tidak jujur. Bahkan, perbuatan tersebut bisa dianggap sebagai korupsi kecil-kecilan” katanya kepada Gugut.

Baja Juga :  Bacaan "Ragam Tarian di Indonesia"

“Ah, Ida. Masa menyontek sekali saja dianggap korupsi? Setahuku korupsi nilainya milyaran, dan hanya dilakukan oleh pejabat berkuasa” kata Gugut.

“Gugut, justru kita harus melatih diri. Korupsi dan menyontek sama-sama mengambil hak orang lain. Bernilai kecil atau besar, tetap saja tidak jujur.

Kita membiasakan diri bertingkah laku lurus, mudah-mudahan ketika besar nanti kita tidak akan tergoda untuk melakukan korupsi. Dalam bentuk apa pun!” Ida menambahkan dengan panjang lebar.

Aku dan teman-teman sekelas yang ikut mendengarkan percakapan Ida dan Gugut terdiam setuju. Memang tidak salah kami memilih Ida sebagai pemimpin di kelas. Tidak sekadar pandai, Ida juga patut dijadikan teladan.

Teks pidato harus memuat:

  • Salam pembuka

Berisikan kalimat sapaan (selamat pagi, selamat siang, selamat malam dan lain-lain)

  • Pendahuluan

Memaparkan topik permasalahan yang akan dibahas. Kali ini kamu akan membahas pengamalan persatuan dan kesatuan di lingkungan, yaitu meningkatkan kualitas warga. Kamu akan membantu adik kelas atau warga di lingkungan rumahmu untuk membaca.

  • Inti

Berisikan pembahasan topik secara lengkap. Kalimat ajakan atau bujukan digunakan untuk mengajak pendengar melakukan kegiatan yang diharapkan.

  • Keterangan lengkap tentang topik disampaikan secara rinci.
  • Penutup

Penyampaian rangkuman atau intisari topik yang telah disampaikan.

  • Salam penutup

Berisikan kalimat salam penutup, seperti ‘terima kasih’.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: