Contoh Penerapan Nilai Kerakyatan

Pemimpin yang baik akan memperhatikan kepentingan seluruh anggota yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik juga akan selalu mengajak anggotanya berbuat baik.

Wilayah Indonesia sangat luas, dari Sabang hingga Merauke. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk karena terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama, adat-istiadat, serta kebiasaan yang berbeda-beda. Bagaimana kita mempertahankan persatuan dan kesatuan? Banyak caranya.

Ayo, kita belajar dari cerita berikut!

Kepala Sekolahku, Pemimpin Idolaku

kepsek

Termenung Pak Welly memandang brosur di hadapannya. Lomba Pidato Anak bertema “Bersatu untuk Maju’ begitu tertulis pada judul brosur. Beliau berpikir keras. lngin sekali ia mengirim Sudin untuk ikut Iomba yang akan diselenggarakan di kota. Tetapi, dari mana dananya? Pak Welly, Kepala Sekolah Dasar Cemara di pelosok Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Beliau lahir di Labuha, Maluku Utara. Setelah lulus pendidikan guru ia pergi merantau ke tanah Jawa untuk mempraktikkan ilmunya. Di sekolah ini, muridnya juga berasal dari berbagai daerah.

Pak Welly senang melihat interaksi antara murid-muridnya. Mereka belajar dan bermain bersama, tanpa mempersoalkan asal-usul. Semua unik, baik karakter maupun kecerdasannya.

Salah satu murid Pak Welly bernama Sudin. Sudin adalah penduduk asli di desa itu. Ia suka membaca, percaya diri, dan komunikatif. Pak Welly ingin Sudin memperoleh pengalaman berharga melalui Iomba pidato.

Sambil berpikir cara memperoleh dana, Pak Welly mendaftarkan Sudin sebagai peserta Iomba. la sendiri yang turun tangan melatih Sudin tiap usai sekolah. Semakin mendekati hari perIombaan, Pak Welly risau. “Andai saja gajiku cukup untuk mendanai Sudin ke kota”, pikirnya.

Hingga suatu sore, terlintas ide di benaknya. Dipandangnya kebun pisang di belakang sekolah. Hampir semua tanaman pisang sudah berbuah dan siap panen. Esok paginya Pak Welly membicarakan idenya dengan para guru. Mereka bermusyawarah mewujudkan ide Pak Welly. Setelah dicapai kesepakatan, Pak Welly mengerahkan guru, penjaga sekolah, serta murid kelas 5 dan 6. Mereka bergotong royong memanen pisang. Kemudian, di hari Senin pagi, Pak Welly mengundang pejabat setempat untuk hadir pada upacara bendera. Bapak Bupati, Bapak Camat, Bapak Lurah, Kepala Dinas Pendidikan, serta Ketua RW dan Ketua RT dimintanya datang. Apa yang direncanakan Pak Welly?

Baja Juga :  Bentuk Gerak Tari Tunggal

Rupanya Pak Welly ingin menyelenggarakan lelang pisang di sekolah. Murid kelas 5 dan 6 sudah dilatihnya untuk menjadi petugas lelang. Siapa calon pembelinya? Pembelinya adalah para bapak dan ibu pejabat daerah yang hari itu diundang datang ke sekolah.

Sebelum lelang dimulai, Pak Welly menyampaikan bahwa uang yang diperoleh dari hasil lelang pada hari itu akan digunakan untuk mengirim Sudin mengikuti lomba pidato di kota. Para pejabat yang hadir merasa kagum dan terharu menyaksikan usaha Pak Welly, sang kepala sekolah dari timur negeri. Tekad dan usahanya mendukung kemajuan muridnya sungguh menyentuh hati. Dalam sekejap pisang-pisang habis dilelang. Dana yang terkumpul lebih dari cukup untuk memberangkatkan Sudin. Semua orang bersatu padu membantu Pak Welly mewujudkan harapannya.

Didampingi Pak Seto, guru kelasnya, Sudin pun berangkat ke kota. Tak terkira bangga dan syukurnya Sudin. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dia berusaha tampil sebaik-baiknya. Saat pengumuman hasil lomba, ternyata Sudin berhasil mempersembahkan piala juara pertama Iomba pidato untuk sekolahnya. Tak sia-sia usaha Pak Welly dan teman-teman sekolah Sudin.

Terbukti benar tekad Pak Welly. Kita tak perlu ragu untuk maju. Selalu ada jalan ketika kita menggalang persatuan untuk mewujudkan mimpi dan harapan.

Kamu telah membaca teks “Kepala Sekolahku, Pemimpin Idolaku”. Diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut dengan kelompokmu.

  • Mengapa kepala sekolah pada cerita di atas menjadi pemimpin idola?

Karena Pk Welly merupakan kepala sekolah yang peduli terhadap murid, mampu mengambil peluang, mampu menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah, mampu meningkatkan persatuan diantara guru dan murid, rela berkorban

  • Apakah kepala sekolah pada cerita sudah mengamalkan nilai-nilai persatuan? Jelaskan!

Ya, Pak Welly sudah mengamalkan nilai-nilai persatuan yang ditunjukkan dengan tidak membeda-bedakan asal murid sehingga timbul kebersamaan dan persatuan

  • Apakah kepala sekolah sudah menerapkan nilai-nilai kerakyatan? Jelaskan!

Pak Welly sudah menerapkan nilai-nilai kerakyatan yang ditunjukkan dengan Beliau mengetahui kemampuan dan karakter yang dimiliki muridnya. Untuk bisa mengetahui kemanpuan murid-muridnya dapat dilakukan dengan sering berbaur dengan murid-murid

  • Apa alasan kepala sekolah membantu Sudin untuk mengikuti Iomba pidato?
Baja Juga :  Gerakan Lanjutan dalam Senam Irama

Pak Welly mengetahui kemampuan dan karakter Sudin yang suka membaca, percaya diri, dan komunikatif. Pak Welly ingin Sudin memperoleh pengalaman berharga melalui Iomba pidato

  • Apa yang bisa kita teladani dari sosok kepala sekolah tersebut?

Sikappeduli terhadap orang lain (siswa), sikap merakyat dengan berbaur dengan murid, guru, kepala dinas hingga Camat dan Bupati, mampu menjaga persatuan dan kesatuan, tidak membeda-bedakan murid, rela berkorban

  • Apakah yang menyebabkan Sudin akhirnya dapat pergi mengikuti kompetisi? Jelaskan!

Sudin mendapatkan bantuan dana dari hasil penjualan pisang dikebun beakang sekolah yang dibeli oleh bapak ibu pejabat daerah yang diundang dalam lelang

  • Bagaimana menurutmu hubungan antara kepala sekolah dengan bupati, kepala dinas, dan pejabat daerah lainnya? Apa yang membuatmu menyimpulkan seperti itu?

Hubungan Pak Welly dan para pejabat daerah sangat baik ditunjukkan dengan kehadiran para pejabat daerah untuk menghadiri lelang pisang yang diadakan Pak Welly walaupun mereka orang yang sibuk

Berdasarkan jawabanmu buatlah tulisan mengenai Pak Welly.

Pak Welly merupakan seorang guru yang berasal dari Maluku Utara. Beliau merantau ke jawa dan menjadi Kepala Sekolah Dasar Cemara di pelosok Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pak Welly merupakan sosok pemimpin Idola karena ia memiliki nilai-nilai persatuan dan kerakyatan. Pak Welly tidak pernah membeda-bedakan murid-muridnya yang bersal dari berbagai daerah.

Pak Welly memiliki tekad untuk mengantarkan muridnya, Sudin mengkuti lomba pidato di kota. Tetapi rencana Pak Welly terhalang oleh tidak adanya dana. Kemudian Pak Welly mempunyai ide untuk mengadakan lelang pisang yang ada di kebun belakang sekolah. Pak Welly bermusyawarah dengan para guru mengenai rencananya. Setelah bersepakat Pak Welly dibantu para guru, penjaga sekolah dan murid kelas 5 serta kelas 6 bergotong royong memanen buah pisang.

Pak Welly mengundang Bapak Bupati, Bapak Camat, Bapak Lurah, Kepala Dinas Pendidikan, serta Ketua RW dan Ketua RT untuk datang pada saat upacara bendera. Kemudian Pak Welly mengadakan lelang buah pisang yang telah dipanennya bersama seluruh warga sekolah sebelumnya. Pembelinya adalah Bapak Bupati, Bapak Camat, Bapak Lurah, Kepala Dinas Pendidikan, serta Ketua RW dan Ketua RT dan pejabat yang hadir pada saat upacara bendera. Hasil dari lelang tersebut digunakan untuk mengantarkan Sudin mengikuti lomba pidato di kota

Kamu sudah mengetahui nilai-nilai kepemimpinan kepala sekolah Sudin yang telah mengamalkan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekitar sekolah.

Baja Juga :  Jawaban Menghitung Volume Bangun Gabungan

Tulislah perilakumu yang merupakan wujud dari nilai-nilai tersebut dan telah kamu praktikkan di lingkungan rumahmu.

  • Gotong royong membersihkan lingkungan rumah
  • Membatu pekerjaan rumah agar lebih ringan dan cepat selesai
  • Menjenguk tetangga yang sakit
  • Memberikan bantuan kepada orang yang mengalami musibah
  • Tidak membeda-bedakan dalam berteman

Pak Welly menunjukkan penerapan nilai persatuan dan nilai kerakyatan. Apa sajakah bentukbentuk penerapan nilai kerakyatan dalam kehidupan sehari-hari?

Berikut adalah nilai-nilai yang terkandung dalam sila keempat Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

  1. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  2. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  3. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  4. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  6. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

Tuliskanlah contoh-contoh penerapan nilai-nilai kerakyatan dalam kehidupanmu sehari-hari.

  • Melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat
  • Menghargai pendapat orang lain ketika bermusyawarah
  • Menerima dan melaksanakan musyawarah dengan penuh tanggung jawab
  • Mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi
  • Mengikuti kegitan kerja bakti di lingkungan tempat tinggal

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: