Jawaban dari Bacaan “Pamanku, Lurah Idola”

Diposting pada

Di sekitar kita banyak pemimpin yang baik dan kita mengidolakannya. Apakah kamu memiliki seorang pemimpin idola? Siapakah dia? Mengapa kamu mengidolakannya?

Tulislah pemimpin idolamu dan nilai-nilai kepemimpinan yang mencerminkan pengamalan nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Jangan lupa menuliskan contoh kegiatan yang telah dilakukannya.

Pemimpin idolaku adalah Pak Edi yang merupakan seorang guru Bahasa Indonesia. Walaupun seorang guru beliau hidup sederhana. Di halaman rumahnya banyak ditanami sayur mayur dan tanaman lainnya. Sehingga rumah Pak Edi tampak asri dan terawat.

Pak Edi juga merupakan pembina Remaja Masjid di Kampung saya. Beliau sering mengadakan acara bakti sosial untuk membantu sesama yang sedang terkena musibah. Berkat bimbingan Beliau aktivitas Ramaja Masjid juga sangat beragam mulai dari kegiatan sosia, keagamaan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Pak Edi sangat gemar membaca buku. Di rumahnya terdapat perpustakaan kecil kolehsi pribadi Beliau. Di erpustakaan kecil tersebut banyak sekali macam buku yang dikoleksi. Mulai dari buku cerita anak sampai buku cara bercocok tanam. Pak Edi menerima kedatangan siapa saja yang ingin membaca koleksi bukunya.

Pak Edi tidak segan untuk mengajak anak-anak belajar dan membaca di rumahnya. Selain itu banyak juga warga yang dating ke rumahnya untuk menambah ilmu tentang bercocok tanam.

Diskusikan tulisanmu dengan tulisan teman satu kelompokmu. Adakah persamaan antara hasil tulisanmu dengan hasil tulisan mereka?

Gabungkanlah nilai-nilai kepemimpinan tokoh idolamu dan nilai-nilai kepemimpinan yang dimiliki oleh pemimpin idola teman satu kelompokmu. Pilihlah tiga nilai kepemimpinan dan contoh kegiatannya yang patut diteladani. Tuliskan ketiga nilai tersebut pada kotak yang bertuliskan ‘nilai’ dan tuliskan kegiatan yang telah dilakukannya pada kotak di sebelah kanan.

Baja Juga :  Cara Menghitung Volume Tabung dan Kerucut

Nilai-nilai yang dimiliki pemimpin idola

nilai-nilaipemimpin idola

Pemimpin idola dapat berasal dari berbagai kalangan. Diskusikan siapa saja para pemimpin idola teman sekelasmu. Apakah mereka bekerja di bidang politik, sosial, budaya, ekonomi atau pendidikan. Catat hasil diskusimu. Kamu bisa mempelajari contoh yang diberikan.

Pemimpin idola memiliki nilai-nilai yang terlihat dalam kegiatan kesehariannya. Sebaiknya, kita banyak belajar dari para pemimpin yang menjadi pujaan atau idola kita.

Kamu bisa menuliskan tokoh idolamu, lembaga tempatnya bekerja, tugas, dan manfaat kelembagaan pada tabel berikut. Perhatikan contoh yang ada sebelum mengerjakan tugasmu.

Pemimpin IdolaKelembagaanTugasManfaat Lembaga  
DokterRumah sakit sebagai kelembagaan sosial  Merawat warga yang sakitMemberi penyuluhan kesehatan  Tempat warga berobatTempat warga mendapatkan obat  
Kepala DesaPemerintahan DesaMemimpin penyelenggaraan pemerintah di tingkat desaMembina kehidupan masyarakat desaSebagai pelaksana kegiatan pemerintahan di tingkat desaTempat pelayanan dan pembinaan masyarakat desa  
Kepala SekolahSekolah sebagai ke-lambagaan pendidikabMengelola sarana dan prasarana sekolahMengelola program pembelajaranSiswa dapat belajar dan mengembangkan potensinya

Ayo Membaca

Kita mengidolakan seorang pemimpin karena kita tahu mereka bekerja untuk kepentingan rakyatnya. Ayo, belajar dari salah seorang pemimpin yang patut kita teladani melalui bacaan berikut!

Pamanku, Lurah Idola

Ini cerita tentang pamanku, Badi namanya. Ia seorang lurah di desanya. Warga biasa memanggilnya dengan sebutan Pak Lurah. Tetapi, aku tahu mereka mengenal dekat, hormat, serta sayang kepada beliau. Walau menjabat sebagai lurah, pamanku hidup sederhana. Gaji dan fasilitas yang diperolehnya tidak digunakan untuk kepentingan pribadinya. Rumahnya tetap mungil sederhana, hanya berlantai semen.

“Ah, untuk apa rumah mewah, berlantai keramik? Yang penting bersih dan nyaman saja. Lantai semen justru terasa lebih dingin kan?” ujarnya ketika aku mengomentari rumahnya.

Baja Juga :  Analisis Hubungan Kondisi Geografis dan Sosial Budaya Singapura

Ternyata, dari cerita bibi aku tahu. Paman menyisihkan gajinya justru untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Dibangunnya balai belajar sederhana untuk tempat warga belajar membaca. Paman ingin warganya maju. Ia ingin warganya melek informasi.

Membaca merupakan salah satu cara untuk membuka pintu informasi.

Bergantian dengan bibi, di sore hari, paman mengajar membaca di balai belajar. Ia sabar dan penuh canda, sehingga warga tak sungkan belajar dengannya. Kadang warga seperti lupa, bahwa sang guru adalah lurah, pejabat pemerintahan desa. Paman sedikit demi sedikit juga menyediakan berbagai buku di balai belajar. Berbagai buku disediakan, seperti buku bercocok tanam, pemeliharaan hewan, atau buku pengetahuan umum tersedia di sana. Ia selalu menyisihkan sebagian gajinya untuk membeli buku di pasar buku bekas.

Bukan hanya memikirkan kesejahteraan warganya, pamanku juga selalu bermusyawarah dengan warga sebelum menentukan kebijakan. Aku ingat, pernah sekali waktu sekelompok investor datang menemui paman. Mereka ingin membangun toko swalayan di desa. Sebagai lurah, paman dapat saja langsung menyetujui, tetapi paman justru mengumpulkan warga untuk berdiskusi. Dikemukakannya dampak positif dan negatif jika ada toko swalayan di desa mereka.

Sebagian besar warga tidak setuju karena khawatir akan mengalahkan usaha kecil warga. Warung dan pasar tradisional akan tersaingi. Tanpa ragu paman pun menolak rencana pembangunan toko swalayan tersebut.

Aku yakin, banyak warga yang ingin dipimpin oleh lurah seperti Pak Badi, pamanku. Seorang pemimpin yang memilih untuk tidak menjulang tinggi di tengah kesederhanaan warganya. Seorang pemimpin yang memilih untuk berjuang maju bersama warganya.

Perhatikan nilai-nilai yang dimiliki oleh tokoh pemimpin pada teks bacaan di atas. Sebagai seorang pemimpin, ia sedang mengamalkan nilai-nilai persatuan. Apa yang dilakukannya merupakan wujud dari cintanya terhadap tanah air.

Baja Juga :  Gerakan Lanjutan dalam Senam Irama

Berikut nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila, yaitu “Persatuan Indonesia”.

  1. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara apabiladiperlukan.
  2. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  3. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  4. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  5. Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa.

Lurah idola, seperti tokoh dalam cerita sebelumnya, memang dicintai masyarakatnya. Penduduk dengan beragam latar belakang agama, sosial, suku bangsa, dan budaya dapat bersatu karena seorang lurah yang bekerja keras untuk penduduknya.

Sebagai pelajar, kamu pun dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkunganmu.

Buatlah rencana pidato yang mengajak teman sekolahmu untuk membantu adik kelas atau warga di lingkungan rumah untuk belajar membaca. Susunlah naskah pidato dengan struktur penyusunan pidato yang telah dipelajari sebelumnya.

Teks pidato harus memuat:

  • Salam pembuka

Berisikan kalimat sapaan (selamat pagi, selamat siang, selamat malam, dan lain-lain)

  • Pendahuluan

Memaparkan topik permasalahan yang akan dibahas.

Kali ini, kamu akan membahas pengamalan persatuan dan kesatuan di lingkungan, yaitu meningkatkan kualitas warga. Kamu akan membantu adik kelas atau warga di lingkungan rumahmu untuk membaca.

  • Inti

Berisikan pembahasan topik secara lengkap. Kalimat ajakan atau bujukan digunakan untuk mengajak pendengar melakukan kegiatan yang diharapkan.

  • Keterangan lengkap tentang topik disampaikan secara rinci.
  • Penutup

Penyampaian rangkuman atau intisari topik yang telah disampaikan.

  • Salam penutup

Berisi kalimat salam penutup seperti ‘terima kasih’.

Pemimpin yang dikagumi adalah mereka yang dipercaya oleh rakyatnya. Mereka bekerja untuk kepentingan rakyat dan memikirkan nasib rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *